Upacara Peringatan HUT ke 397 Kebumen

Gambar
Hari Jadi Kebumen Ke 397 Jumat 21 Agustus 2026 dilaksanakan upacara peringatan Hari Jadi Kebumen ke 397 bertenpat di halaman Pendopo Kabumian. Upacara diikuti oleh seluruh ASN di pemerintah daerah, instansi, perwakilan beberapa sekolah, dan turut menghadirkan rekan-rekan disabilitas. Upacara dimulai sekitar pukul 07.30 hingga 09.00 WIB. Upacara berlangsung khidmat dijalankan menggunakan Bahasa Jawa Alus. Para peserta mengenakan pakaian adat khas Kebumen dan batik dengan beragam warna dan corak.  Hari ini benar-benar merepresentasikan harmoni persatuan dalam perbedaan. Kebumen sendiri memiliki 26 Kecamatan.Di wilayah Jawa Tengah sendiri Kebumen bergabung dengan beberapa wilayah ada Purbalingga Banyumas dan Cilacap.  Pembina upacara langsung dari Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani. Setelah selesai dilakukan acara apresiasi yang berasal dari kegiatan lomba. Diserahkan paket sembako sebagai tanda asih yang diperuntukkan bagi para penyandang disabilitas.  ...

Renungan Kata Sandiwara



Sejak awal  dunia ini diciptakan, manusia pertama bagiku dan beberapa orang lain sependapat adalah Nabi Adam As dan Ibu Hawa. Mereka berdua telah dipilih sebagai"Khalifah" yang akan bertugas mengurus dan mengatur bumi sampai batas waktu ditentukan. Kata "batasan* telah menjadi sebuah makna yang cukup membuatku tersadar, bahwa kehidupan dunia terbatas , tidak ada kekekalan. Dunia berjalan beriring menuju kefanaan. Maka wajarlah, jika pada akhirnya ada sebuah lagu berjudul "Dunia Panggung Sandiwara "Faktanya adalah semua semakin menjelaskan tujuan utama kita  umat manusia adalah membentuk keluarga dan interaksi sosial yang baik. Kita hidup di dunia seperti sedang memainkan sandiwara . Jadi kita sama halnya seperti orang mampir untuk minum sejenak kemudian menjalankan peran masing-masing sampai hari akhir 

 Membahas sandiwara pertama kali aku tertarik pada sebuah sandiwara sejak kecil. Dahulu teman -teman sepermainanku kebanyakan perempuan. Alhasil aku jadi sering bermain rumah -rumahan. Beberapa kali aku berperan sebagai seorang ayah. Namun aku lebih sering berperan sebagai ustadz yang bertugas membacakan doa saat melintasi kuburan atau melihat ada penampakan makhluk gaib, ketika mengambil cerita tema horor. 

Sejujurnya sangat menyenangkan. Kemampuan berakting sudah mulai muncul sejak dini , hingga pada akhirnya berdampak pada munculnya rasa percaya diri. Sementara waktu, aku berpura-pura menjadi diri orang lain, mencoba keluar dari sifat asliku. 

Dampak yang terasa hingga saat ini adalah aku semakin bisa mengeksplorasi dan mengekspresikan diri melalui karya seni terutama yang berhubungan dengan seni peran.

Tapi lucunya, ketika aku SMP hingga SMA saat ada pementasan drama untuk mengisi acara lomba antar kelas, aku justru menjadi narator yang bertugas membacakan prolog , pernyataan selingan, hingga epilog sandiwara. Ya, aku juga menyadari sepenuhnya teman-teman memberikanku posisi seperti ini agar tugasku lebih ringan dan aku bersyukur atas pengertian mereka. Kalau boleh jujur aku juga ingin kembali bisa menunjukkan bakat aktingku di hadapan khalayak. Aku percaya suatu saat masa itu pasti akan datang.

"Boleh jadi kemarin ada beberapa impianmu belum tercapai. Ingatlah satu hal kesempatan selalu ada bagi mereka yang berjuang dan berusaha."

#ODOPDAY10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keripik Tempe Dan Rempeyek Kacang

Menulis Puisi Menjadi Obat Psikologis

Impian Tak Pernah Terganti