NUBAR CERPEN APRI KUNCORO FT DIKATA ORG

Gambar
DICARI 20 PENULIS PILIHAN! UNTUK MENULIS CERPEN DALAM RANGKA HARI BUKU SEDUNIA* Punya mimpi besar buat masa depan? Tuangkan dalam tulisan! ✍️✨ ​Komunitas Dikata kembali hadir dengan *Gerakan Indonesia Menulis Angkatan 5* Kali ini kita bakal nulis bareng *Kak Apri Kuncoro - Penulis 100 buku antologi + 22 buku solo* dengan tema: *"Antara Mimpi & Masa Depan"* ​📍 BENEFIT: - ​100% GRATIS biaya penerbitan. - ​Karya terpilih bakal dibukukan. - ​Nama kamu bisa mejeng di cover depan (untuk 5 pengirim tercepat!). ​Jangan sampai kelewat! Deadline: 9 Mei 2026. Yuk, wariskan pengetahuanmu lewat tulisan! 📚 SYARAT & KETENTUAN PENULIS: Semua umur boleh ikut Biaya pendaftaran: Gratis (FREE) Wajib follow IG: @dikataorg @dikataoffice @dikatapublishing KETENTUAN NASKAH: Naskah jenis cerpen sesuai dengan tema (Fiksi/Non Fiksi) Naskah ASLI (Bukan karangan Al), Tidak mengandung unsur SARA, Pornografi, dan belum pernah dibukukan Urutan penulisan naskah: Judul, Nama Penulis, Isi...

Renungan Kata Sandiwara



Sejak awal  dunia ini diciptakan, manusia pertama bagiku dan beberapa orang lain sependapat adalah Nabi Adam As dan Ibu Hawa. Mereka berdua telah dipilih sebagai"Khalifah" yang akan bertugas mengurus dan mengatur bumi sampai batas waktu ditentukan. Kata "batasan* telah menjadi sebuah makna yang cukup membuatku tersadar, bahwa kehidupan dunia terbatas , tidak ada kekekalan. Dunia berjalan beriring menuju kefanaan. Maka wajarlah, jika pada akhirnya ada sebuah lagu berjudul "Dunia Panggung Sandiwara "Faktanya adalah semua semakin menjelaskan tujuan utama kita  umat manusia adalah membentuk keluarga dan interaksi sosial yang baik. Kita hidup di dunia seperti sedang memainkan sandiwara . Jadi kita sama halnya seperti orang mampir untuk minum sejenak kemudian menjalankan peran masing-masing sampai hari akhir 

 Membahas sandiwara pertama kali aku tertarik pada sebuah sandiwara sejak kecil. Dahulu teman -teman sepermainanku kebanyakan perempuan. Alhasil aku jadi sering bermain rumah -rumahan. Beberapa kali aku berperan sebagai seorang ayah. Namun aku lebih sering berperan sebagai ustadz yang bertugas membacakan doa saat melintasi kuburan atau melihat ada penampakan makhluk gaib, ketika mengambil cerita tema horor. 

Sejujurnya sangat menyenangkan. Kemampuan berakting sudah mulai muncul sejak dini , hingga pada akhirnya berdampak pada munculnya rasa percaya diri. Sementara waktu, aku berpura-pura menjadi diri orang lain, mencoba keluar dari sifat asliku. 

Dampak yang terasa hingga saat ini adalah aku semakin bisa mengeksplorasi dan mengekspresikan diri melalui karya seni terutama yang berhubungan dengan seni peran.

Tapi lucunya, ketika aku SMP hingga SMA saat ada pementasan drama untuk mengisi acara lomba antar kelas, aku justru menjadi narator yang bertugas membacakan prolog , pernyataan selingan, hingga epilog sandiwara. Ya, aku juga menyadari sepenuhnya teman-teman memberikanku posisi seperti ini agar tugasku lebih ringan dan aku bersyukur atas pengertian mereka. Kalau boleh jujur aku juga ingin kembali bisa menunjukkan bakat aktingku di hadapan khalayak. Aku percaya suatu saat masa itu pasti akan datang.

"Boleh jadi kemarin ada beberapa impianmu belum tercapai. Ingatlah satu hal kesempatan selalu ada bagi mereka yang berjuang dan berusaha."

#ODOPDAY10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBELAJARAN EXCEL BERSAMA DQ LAB MUDAHKAN DISABILITAS

Belajar Menjadi Pemaaf

Berani Berbicara Di Hadapan Khalayak