NUBAR CERPEN APRI KUNCORO FT DIKATA ORG

Gambar
DICARI 20 PENULIS PILIHAN! UNTUK MENULIS CERPEN DALAM RANGKA HARI BUKU SEDUNIA* Punya mimpi besar buat masa depan? Tuangkan dalam tulisan! ✍️✨ ​Komunitas Dikata kembali hadir dengan *Gerakan Indonesia Menulis Angkatan 5* Kali ini kita bakal nulis bareng *Kak Apri Kuncoro - Penulis 100 buku antologi + 22 buku solo* dengan tema: *"Antara Mimpi & Masa Depan"* ​📍 BENEFIT: - ​100% GRATIS biaya penerbitan. - ​Karya terpilih bakal dibukukan. - ​Nama kamu bisa mejeng di cover depan (untuk 5 pengirim tercepat!). ​Jangan sampai kelewat! Deadline: 9 Mei 2026. Yuk, wariskan pengetahuanmu lewat tulisan! 📚 SYARAT & KETENTUAN PENULIS: Semua umur boleh ikut Biaya pendaftaran: Gratis (FREE) Wajib follow IG: @dikataorg @dikataoffice @dikatapublishing KETENTUAN NASKAH: Naskah jenis cerpen sesuai dengan tema (Fiksi/Non Fiksi) Naskah ASLI (Bukan karangan Al), Tidak mengandung unsur SARA, Pornografi, dan belum pernah dibukukan Urutan penulisan naskah: Judul, Nama Penulis, Isi...

Meraih Kematian Terbaik



Kematian menjadi takdir pasti yang tidak bisa dihindari oleh setiap makhluk bernyawa. Dalam kitab suci sendiri, dalam agamaku yaitu Alquran tersampaikan ayat yang artinya:

"Tiap-tiap makhluk bernyawa pasti akan merasakan mati." Jika kita mulai merenungi kemudian tersadar , dunia bukanlah tempat tinggal kita . Ia seperti tempat singgah sementara yang terus bergerak menuju kefanaan. 

Saat aku kecil, aku berpikir orang mungkin saja, bisa hidup selamanya , dunia tidak akan berakhir begitu saja. Namun setelah aku mendalami ilmu agama dan mempelajari nilai-nilai kehidupan seiring waktu dan pertambahan usia, aku semakin terbuka bahwa kematian adalah keniscayaan. Kematian datang tidak harus menunggu tua, ia datang seperti angin tak terduga sesuai kehendak Allah SWT Tuhan semesta alam Sang Maha Pemilik Hidup. Sekarang jika sedang bepergian aku mulai berpikir tentang dimana aku akan mati, kapan , dan dalam keadaan bagaimana. Semua kata tanya itu seringkali mengiringiku dalam perjalanan sampai tiba di lokasi tujuan.

Akhirnya aku mengerti setelah bertukar pikiran dengan para alim ulama, yang terpenting dalam hidup ini adalah mempersiapkan amal baik secara maksimal agar bila tiba saatnya kita kembali , bisa memeluk kematian sempurna. Kematian yang menjadi dambaan setiap manusia, menjadi perantara pertemuan dengan Allah SWT dalan keadaan terbaik. Maka jangan lupa untuk memohon kepada Allah SWT kematian Husnul Khatimah kematian membawa iman dan takwa. Sebenarnya kualitas hidup seseorang ditentukan dari akhir hayatnya. Jadi tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik. Teruslah bertaubat memohon ampunan meski terkadang masih saja berbuat dosa. Ingatlah anpunan-Nya sangat luas. 

 Mari semangat berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan menebarkan manfaat bagi sesama. Kita harus berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan bekal terbaik menyongsong kehidupan sejati. Dunia hanya tempat singgah, sama seperti kita sedang berkunjung sebentar kemudian minum seteguk air. Dunia bukanlah rumah kita yang sejati. Rumah sejati kita akan seperti apa semua sangat bergantung dari usaha kita sekarang.

Jangan mudah menilai seseorang hanya dari penampilan luar dan masa lalu kelam saja. Belajarlah untuk melihat seseorang dari perilakunya. Setiap manusia pasti mempunyai sisi masa lalu kelam ,satu hal yang harus kita ingat baik-baik adalah setiap manusia juga berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Maka jangan berputus asa dari Rahmat Allah SWT, mohonlah selalu agar diberikan keteguhan hati dan ketetapan iman dalam setiap keadaan. Hati manusia sangat mudah berubah dan hanya Allah SWT Tuhan semesta alam Sang Maha Kuasa yang mampu membolak-balik hati termasuk meneguhkannya. Sebaik-baik pengingat dalam hidup ini adalah "KEMATIAN" agar kita tidak terlena dengan gemerlap dunia yang kebanyakan melalaikan. Semangat berbuat kebaikan sepanjang hayat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMBELAJARAN EXCEL BERSAMA DQ LAB MUDAHKAN DISABILITAS

Belajar Menjadi Pemaaf

Berani Berbicara Di Hadapan Khalayak